Jumat, 10 Juli 2009

Kelebihan Profil Ban Motor Model U dan V

Bentuk tapak ban sepeda motor sangat berpengaruh pada pengendalian (handling). Sekarang ini ada dua model tapak si karet bundar, yakni model U dan V.

"Ada dua faktor memengaruhi ban menjadi U dan V. Pertama, karena dipakai pada velg yang lebih kecil dari seharusnya,” ungkap Aceng Zainudin, Dept R & D, Seksi Proses Development PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku produsen FDR.

Contoh, ban ukuran 90/80-17 seharusnya dipasang pada velg ukuran 1.40 karena dipakai ke velg ukuran 1.80 membuat ban jadi melebar membentuk U. Sebaliknya, ban lebar dipakai pada velg kecil, profilnya jadi V.

Faktor kedua, karena bentuk bannya sendiri. Artinya, pabrikan memang mendesainnya begitu dengan tujuan untuk safety. Makanya, untuk motor umum dipakai yang profil U karena memiliki cengkeraman besar ke lintasan.

Dari kedua model itu, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. “Pengaruh sangat terasa ketika berakselerasi,” bilang Wawan Hermawan, pebalap nasional yang gabung di tim Honda Adiputra Utama FDR Federal Oil.

Menurut sang pebalap, kelebihan ban V saat akselerasi lantaran tapak ban yang bergesek ke permukaan aspal kecil sekali sehingga tenaga mesin yang tertahan tidak banyak. “Tapi ada satu efek yang ditimbulkan. Setang sedikit enteng ketika motor dipacu pada kecepatan tinggi,” bilang pebalap yang kini karyawan PT Astra Honda Motor (AHM) bidang Marketing Ability yang menyarankan pakai stabilizer untuk mengatasinya.

Adapun ban tipe U jelas akselerasinya kalah cepat dengan V. Begitu juga saat menikung, profil ban yang bersentuhan dengan aspal juga berkurang, tidak sebanyak model V. Hanya ketika melesat di jalur lurus, model U lebih stabil.

Intinya, makin besar tapak ban bersentuhan dengan permukaan jalan, kestabilan lebih besar.
Silakan pilih, mau model U atau V. (Eka)

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/12/26/10105268/kelebihan.profil.ban.motor.model.u.dan.v

Selasa, 26 Mei 2009

Ban Hujan Yang Cocok Untuk Motor

Banyak pemilik sepeda motor kalang kabut menghadapi musim hujan ini. Ada yang nggak bisa mulus kala manuver di tikungan lantaran tunggangannya memakai ban jenis kering. Lalu, ada yang salah kaprah beli ban basah. “Padahal, produsen ban nasional bikin ban sudah menyesuaikan dengan kondisi jalan dan iklim Indonesia,” tegas Yulfahmi, pimpinan Departemen technical Production PT Gajah Tunggal, produsen ban IRC. Biasanya, lanjut Yulfami, saat memproduksi sudah diperhitungkan bisa dipakai saat kondisi jalan basah atau kering. Apalagi ban yang diproduksi untuk standar pabrikan motor.

Lalu, ban seperti apa yang cocok untuk kondisi jalan basah?

Yang jelas, semua desain ban yang mempunyai pattern groove (alur kembang) cocok untuk jalanan basah. “Sebab groove berfungsi sebagai jalur air dan memecah genangan air sehingga bagian yang menonjol bisa mengcengkeram aspal,” jelas Yulfami. Ban standar bawaan pabrik, sebenarnya paling ideal buat jalanan basah maupun kering. Sebab, terang Yulfami, sudah diperhitungkan dengan berat dan tenaga motor. Baik diameter maupun lebar tapak.

Pertanyaannya, mana yang lebih baik, ban dengan banyak coakan yang rapat atau renggang?

Makin rapat groove makin baik membuang air di jalan tergenang. Sebaliknya, yang renggang telat memecah genangan air. Tapi, coakan rapat atau renggang juga berisiko. “Ini menyangkut umur ban,” ungkap Yulfahmi.
Jika groove rapat, permukaan ban yang bersinggungan dengan aspal semakin sedikit. Artinya, beban yang ditanggung jadi lebih berat. Akibatnya gesekan akan lebih cepat menggerus kompon ban. Umur ban jadi lebih singkat. Masih ada lagi, soal coakan di bibir ban. Ada ban yang punya pattern sampai bibir, ada juga yang tidak. Tapi jangan menghakimi ban yang tidak ‘dicoak’ sampai bibirnya tidak bagus.
Semua sudah dianalisa saat didesain. Terutama kemampuan sudut kemiringan ban.
“Biasanya, meski miring saat manuver, tidak sampai habis sisi bibir ban. Masih tersisa sekitar 1 centimeter. Nah, biasanya sampai jarak itu produsen membuat coakan,” jelas Willianto Husada, dari produsen ban Indo Tire. (Aries)

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/12/01/07171483/ban.hujan.yang.cocok.untuk.motor